Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Sunday, 28 June 2015

Cek Kesehatan dari Kondisi Bibir







PUNYA BIBIR SEHAT gampang kok caranya,
Kondisi bibir kering dan pecah-pecah di bulan puasa terkadang tak dapat dihindari. Umumnya hal ini terjadi karena tubuh kurang terhidrasi. Tapi bibir Anda juga bisa memberi pertanda akan adanya penyakit lain yang menghampiri tubuh melalui tampilannya.
Berikut kondisi bibir yang harus Anda waspadai seperti dilansir dari Goodhousekeeping,

1. Kering dan pecah-pecah
Anda mungkin mengalami dehidrasi. Jadi, ketimbang memoles bibir dengan lip balm, minum segelas air putih jauh lebih baik untuk mengatasi masalah ini dari dalam.
Sebaiknya hindari pula menjilat bibir ketika dalam kondisi ini. Dr Robert A. Kominiarek, DO memperingatkan, air liur Anda mungkin akan membuat kulit bibir semakin kering dan pecah-pecah.
Bagaimana jika bibir masih kering dan pecah-pecah setelah minum cukup air? Mungkin ini saatnya untuk mengeksfoliasi dan melembapkan bibir Anda.
2. Pecah-pecah di ujung bibir
Bisa jadi Anda mengalami infeksi jamur. "Jika Anda berliur saat tidur atau menggunakan kawat gigi, bakteri bisa berkumpul di sekitar mulut dan menyebabkan infeksi," ujar dermatolog Dr Mona Gohara.
Anda tak perlu khawatir, masalah ini bisa diatasi dengan mudah. Kunjungi dokter pribadi Anda atau dermatolog untuk mendapatkan obat antijamur.

3. Berubah warna
Berubahnya warna bibir bisa disebabkan banyak hal, misalnya memakan jenis makanan yang meninggalkan warna di bibir (permen loli), merokok, atau gejala penyakit tertentu seperti misalnya lever. Segera temui dokter jika warna bibir tak kunjung kembali seperti sedia kala atau diikuti dengan gejala lainnya. Menghentikan kebiasaan merokok juga bisa membuat warna bibir alami Anda kembali.

4. Bengkak
"Bibir bengkak bisa karena mengalami pukulan di bibir atau karena reaksi alergi," kata Dr. Timothy Chase, DMD, dari SmilesNY.
Namun jika pada saat yang sama Anda juga mengalami gejala seperti lidah bengkak, sensasi bibir terbakar, gatal di kulit atau di tenggorokan, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut bisa jadi menandakan reaksi (keracunan) terhadap makanan atau paparan benda tertentu.

5. Pucat
"Kurang mendapat sinar matahari bisa menyebabkan bibir terlihat pucat," kata Dr Chase. Berjalan-jalan sejenak di pagi hari untuk mendapatkan sinar matahari bisa menjadi solusi. Tapi Dr Kominiarek juga mengingatkan, jika bagian tubuh Anda yang lain juga terlihat pucat, sebaiknya segera memeriksakan diri untuk tes anemia atau kanker.

6. Sensitif
Jika bibir Anda menjadi sangat sensitif saat disentuh dan kemerahan di bagian tepinya, bisa jadi Anda tengah alergi. Tenang saja, gejala alergi itu tidak berbahaya, biasanya disebabkan oleh pasta gigi atau lipstik, katak Gohara. Perhatikan separah apa iritasinya dan hentikan penggunaan produk yang mungkin menyebabkan alergi.

7. Cold sores (lepuhan kecil)
Cold sores atau lepuhan-lepuhan kecil di sekitar bibir diakibatkan virus herpes. Jangan cemas, hal ini bisa segera ditangani dengan obatan yang tepat.
"Biasanya kulit bibir akan terasa seperti kesemutan, atau perih sebelum lepuhan-lepuhan itu muncul," jelas Gohara.
"Setelah Anda merasakan sensasi tersebut segera tangani dengan obat yang tepat untuk menghambat terjadinya lepuhan," tambahnya. Dia juga menyarankan agar menghindari sinar matahari langsung dan menggunakan tabir surya.
Jadi bagaimana kondisi bibir yang sehat? "Berwarna kemerahan, lembut, dan halus," kata Dr Chase.
Dan jika Anda ingin memiliki bibir sehat, sebaiknya ikuti saran Kominiarek berikut, "Pastikan Anda minum banyak air, menggunakan pelembap bibir, dan kunjungi dokter jika mendapati lesi yang tak kunjung sembuh."

Saturday, 20 September 2014

4 Batu Perhiasan Terlangka dan Paling Berharga di Dunia


Sepanjang sejarah peradaban, manusia memiliki beragam cara untuk memperindah dirinya, mulai dari melakukan berbagai perawatan tubuh hingga membuat bermacam-macam hal untuk dikenakan. Bahan dasar dari segala sesuatu itu sudah tersedia di alam.

Salah satu benda alam yang digunakan oleh manusia untuk memperindah dirinya adalah batu-batu kristal. Butuh jutaan tahun untuk sebuah batu kristal terbentuk. Agar dapat dijadikan perhiasan, batu-batu itu perlu dibentuk terlebih dahulu.
Ada banyak jenis batu kristal. Beberapa jenis batu kristal yang terkenal adalah intan, rubi, emerald, dan safir. Harga jual dari batu-batu kristal itu bergantung pada beberapa hal, seperti kelangkaan, kejernihan, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah 4 batu kristal yang sangat langka dan memiliki nilai yang fantastis, seperti dilansir dari Discovery.com, Jumat (19/9/2014). Beberapa di antaranya mungkin masih terdengar asing bagi telinga Anda. 

Tanzanite
Jenis batu kristal ini hanya ditemukan di kaki gunung Kilimanjaro, Tanzania Utara. Tanzanite bisa terlihat berubah warna dari ungu ke biru dan sebaliknya. Dengan kondisi sangat langka diperkirakan batu ini akan habis ditambang dalam 20-30 tahun ke depan.
Komposisi batu Tanzanite ini adalah Kalsium, Aluminium, Silikon, Hidrogen, dan Oxigen. Kisaran harga Tanzanite adalah US$ 600 (Sekitar Rp 7,2 juta) – US$ 1.000 (sekitar Rp 12 juta) per karat.


Black Opal
Black Opal adalah varian terlangka dari batu Opal yang merupakan batu nasional Australia. Hampir seluruh batu Black Opal yang beredar berasal dari pertambangan Lightning Ridge, New South Wales.
Batu berwarna dasar gelap dengan bercak warna-warni ini membuatnya dihargai di kisaran US$ 2.300 (sekitar Rp 27,6 juta) per karat. Komposisi Black Opal ini adalah Silikon, Hidrogen, dan Oksigen.


Alexandrite
Nama batu ini diambil dari nama Tsar Alexander II Rusia. Tadinya batu ini dianggap sudah habis ditambang. Jenis batu Alexandrite ini pertama kali ditemukan pada tahun 1830 di pegungungan Ural, Rusia.
Baru-baru ini, batu Alexandrite ditemukan di Brazil, Afrika Timur, dan Sri Lanka dalam jumlah yang terbatas. Alexandrite merupakan batu yang dapat terlihat berubah warna dari merah ke hijau atau sebaliknya.
Dengan komposisi Berilium, Alumunium, dan Oksigen, batu ini dipasarkan dengan kisaran harga US$ 12.000 (sekitar Rp. 144 juta) per karat.


Pink Star Diamond
Pink Star Diamond ditambang pertama kali pada tahun 1999 di Afrika Selatan. Dengan berat 59,6 karat, batu ini laku terjual di lelang Sotheby’s dengan angka US$ 83 juta (sekitar Rp 998 miliar). Dengan kata lain harga per karatnya adalah US$ 1,3 juta (sekitar Rp 16,7 miliar). Komposisi dari batu ini adalah karbon.



Untuk Pemesanan Skripsi, LKP, KTI, TA & Source Code Aplikasi Database
 Hubungi saya di 085260656574 Email : rumoh_kuta@yahoo.com
Baca Juga.....
Acehomegazen
Luka Di Hati Bagaikan Luka Yang terbakar